KPK Gelar Pelatihan Bersama Penegak Hukum di Hotel Novotel Lampung

Panglima Bandar Lampung-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan bersama “Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum Dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi” di Bandar Lampung yang dimulai Pukul 08.30 WIB. Pelatihan ini diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari lembaga penegak hukum : Kepolisian, Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Oditur Militer (Otmil), dan Penyidik Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (POM TNI) di Provinsi Lampung.

Pelatihan bersama digelar selama lima hari (8-12 Oktober 2018). Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para penegak hukum dalam menangani perkara tindak pidana korupsi. Peningkatan yang ingin dicapai adalah di seluruh proses, mulai dari penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan.

“KPK selalu membutuhkan kolaborasi dengan segala pihak, termasuk penegak hukum lain, ini adalah salah satu upaya kami dalam peningkatan kerja sama memberantas korupsi,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, saat membuka pelatihan di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Senin (08/10/19).

Wakil Ketua KPK Basaria mengatakan, selain pengetahuan dan kemampuan yang bersifat khusus, aparat penegak hukum juga perlu memperdalam pengetahuan teknis penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Selain para peserta , pelatihan beeaama ini dihadiri oleh Sekretaris Jaksa Agung Musa Tindak Pidana Khusus Fadil Zumhana, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Ki Agus Ahmad Badaruddin, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, Direktur Pembinaan Penyidikan POM TNI Kolonel CPM Bambang Sumarsono, Anggota VII BPK Eddy Mulyadi Soepardi, dan Deputi Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Bidang Investigasi Iswan Elmi.

Ada beberapa materi yang akan disampaikan dalam pelatihan bersama ini. Materinya adalah tentang potensi tindak pidana korupsi pada sektor pertambangan, sektor perdagangan internasional, dan sektor kehutanan dan perkebunan, titik rawan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, filosopi keuangan negara, prinsip tata kelola keuangan negara dan keuangan daerah, pemahaman audit investigatif, audit forensik, dan perhitungan kerugian keuangan negara, tindak pidana pencucian uang, strategi aparat penegak hukim menghadapi praperadilan, peran koordinasi dan supervisi KPK dalam Penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Sejak tahun 2012, KPK secara bertahap telah melaksanakan pelatihan bersama tingkat teknia di 24 Provinsi dengan total jumalh peserta 3.960 peserta. Komposisinya adalah 1.533 Penuntut Umum 1.704 Penyidik Kepolisiab, 235 Auditor dari Kantor Perwakilan BPK, 313 Auditor dari Kantor Perwakilan BPKP, 6 Penyidik Pegawai Negeri Sipil Otoritas Jasa Keuangan, 10 Pegawai PPATK, 125 Penyidik POM TNI, dan 34 Oditur Militer. (ADY)

Author: Media Panglima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *