Tokoh Masyarakat Tuba Laporkan Pelecehan Suku Lampung Ke Polres

Panglima Tuba- Sejumlah Tokoh Masyarakat Lampung yang ada di Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), akhirnya melaporkan kasus pelecehan terhadap masyarakat suku Lampung ke Satreskrim Polres Tulang Bawang.

Kasus Pelecehan sekaligus Penghinaan dengan tulisan ‘LAMPUNG tu kayak ANJING apalagi orang” nya’, yang di posting melalui media sosial Facebook (FC) pada 11 Oktober 2018 lalu.

Tidak hanya itu, Penghinaan yang di posting melalui account Hury Caak Ciliek Owye ini, disertai dengan dipajang foto sepasang pengantin berpakaian Adat Lampung.

“Kami dari tokoh masyarakat dan pemuda dari beberapa kecamatan Tulang Bawang melaporkan pelecehan Suku Lampung ke Satreskrim Polres Tulang Bawang untuk di tindak lanjuti”, ucap Para Tokoh Masyarakat Tulang Bawang.

Tokoh masyarakat yang diketuai oleh Muhlisi Alfian, Badri, Buchori dan Baidawi dari Kota Menggala Tulang Bawang. Kemudian Tokoh Pemuda Lampung antara lain adalah Fatoni, Richard Aterton, Irwanda yang juga dari Kecamatan Menggala, Banjaragung dan Kecamatan Gedung Aji, diterima oleh penyidik Satreskrim Polres setempat, pukul 09.30 wib.Jumat (19/10).

Pelapor Fatoni mendampingi Muhlisi Alfian kepala penyidik menunjukkan bukti print shoot ujar penghinaan dan sejumlah komentar atau tanggapan masyarakat terhadap postingan tersebut. Penyidik mengatakan, pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang ITE dan SARA.

Aturan itu berada di UU ITE nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan dari UU nomor 11 tahun 2008.

Penghinaan dan/atau pencemaran nama baik :
Pasal 45 ayat 3 : Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) :
Pasal 45A ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (Angga)

Author: Media Panglima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *